Magetan. - Fenomena kenaikan harga bahan pokok di bulan Ramadan dan menjelang hari raya Idul Fitri 1447 H memang sudah seperti alaram tahunan di Indonesia, permintaan melonjak untuk kebutuhan sahur, berbuka puasa, hidangan selamatan hingga persiapan lebaran sehingga kurva harga naik secara alami. di tren ini pemerintah hadir melalui operasi pasar murah atau gerakan pangan murah (GPM) sebagai instrumen stabilitas harga dan pasokan yang di gelar di halaman Kecamatan Barat Kabupaten Magetan, Kamis (12/3/26).
Kenaikan harga bukan misteri ekonomi yang rumit, inflasi tarikan permintaan murni akibat permintaan sementara pasokan relatif tetap bahkan melonjak. Sehingga pemerintah melakukan intervensi dengan mempertahankan stok berharga lebih murah di bawah harga eceran tertinggi (HET) manfaat gandanya menekan inflasi pangan lokal.
Andilnya Babinsa dikewilayahan seperti yang dilakukan oleh Babinsa Koramil Tipe B 0804/08 Barat Serma Sumadi memberikan rasa aman psikologis kepada masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah agar bisa fokus mengawasi tanpa kekwatiran. Sehingga masyarakat tidak perlu belanja berdesakan dan berlebihan, ‘’Ujarnya.
Kolaborasi antara TNI dan instansi pangan (kementerian pertanian, Bulog, Badan pangan Nasional) terbukti krusial dalam menekan harga bahan pokok dan menjaga stabilitas pangan di Indonesia di tahun 2025-2026.Sinergi ini semakin diperkuat untuk mencapai swasembada pangan dimana TNI tidak hanya berperan dalam pengamanan tetapi aktif dalam produksi dan distribusi.(R.08)

Updates.